BANDUNG, 26 Januari 2023 – Dalam upaya memperkuat mutu institusi dan merealisasikan tuntutan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) St. Fransiskus Asisi Semarang melaksanakan kegiatan studi banding ke Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, pada Kamis (26/1). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk mensinergikan keilmuan teologi dan kateketik guna menjawab tantangan pastoral di tengah perkembangan zaman.
Delegasi STPKat yang dipimpin langsung oleh Ketua STPKat, Dr. Hartutik, M.Pd., disambut hangat oleh Dekan Fakultas Filsafat UNPAR, Rm. Leonardus Samosir, OSC beserta jajaran pimpinan prodi dan pusat studi. Mewakili rombongan STPKat, Waka I Drs. Anselmus Joko Prayitno, M.Hum menyampaikan bahwa kerja sama dan sinergi lintas institusi adalah kunci utama untuk merealisasikan studi lintas prodi yang dicanangkan pemerintah. STPKat yang secara khusus berfokus mencetak calon katekis dan guru Pendidikan Agama Katolik bertekad untuk terus memperbarui ilmu keagamaan dengan belajar dari kampus yang telah berkembang lebih dulu seperti UNPAR.
Menanggapi inisiatif tersebut, Dekan Fakultas Filsafat UNPAR, Rm. Leonardus Samosir, OSC menyambut baik potensi kolaborasi ini. Ia menyoroti bahwa ilmu teologi dan kateketik harus berjalan berkesinambungan. Kerja sama dalam merancang muatan kurikulum dinilai esensial agar lulusan dapat melayani Gereja dan masyarakat dengan lebih adaptif.
Senada dengan hal itu, Koordinator Prodi S-2 UNPAR, Rm. H. Tedjoworo, OSC, menegaskan bahwa katekis adalah “pejuang Gereja” yang bertugas menerapkan teologi di lapangan. “Tantangan ilmu kateketik adalah bagaimana menerjemahkan teologi yang konseptual ke dalam kerangka katekese. Kuliah teologi harus berujung pada katekese dan berdampak langsung pada umat,” paparnya.
Diskusi produktif yang berlangsung selama dua setengah jam ini menghasilkan beberapa rumusan penjajakan kerja sama dalam bingkai Tridharma Perguruan Tinggi, di antaranya:
- Kolaborasi Riset dan Publikasi Ilmiah: Fakultas Filsafat UNPAR membuka peluang bagi dosen STPKat untuk mempublikasikan artikel bertema teologi, pastoral, dan katekese melalui jurnal ilmiah mereka, salah satunya Jurnal Melintas yang telah terindeks EBSCO.
- Pengembangan Akademik: Penjajakan pertukaran dosen (dosen tamu), penyelenggaraan kuliah umum bersama, serta bedah buku hasil penelitian.
- Kontekstualisasi Kurikulum: Sinergi untuk menjembatani teori filsafat keilahian dengan praktik katekese di lapangan.
Selain aspek akademik, pertemuan ini juga membahas tantangan riil yang dihadapi kedua institusi, yakni sulitnya menarik minat kaum muda untuk mendalami ilmu filsafat dan memilih profesi sebagai guru agama atau katekis. Menyikapi hal tersebut, Ketua Jurusan Sarjana Filsafat UNPAR, Stephanus Djonatan, berbagi strategi promosi yang melibatkan ambassador mahasiswa, optimalisasi media audio-visual, hingga penelusuran rekam jejak alumni (tracer study) guna membangun branding yang kuat di mata calon mahasiswa.
Rangkaian kegiatan studi banding ini ditutup dengan penyerahan cinderamata antara pimpinan kedua perguruan tinggi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan peninjauan fasilitas keilmuan di Perpustakaan Fakultas Filsafat UNPAR. Melalui sinergi ini, STPKat St. Fransiskus Asisi Semarang dan Fakultas Filsafat UNPAR berharap dapat terus melangkah bersama dalam mencetak agen-agen pastoral yang kompeten, kritis, dan siap melayani masyarakat luas.
Kontak Media :
Humas LPM STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang
Jl. Ronggowarsito No. 8, Semarang
Email: stpkat08@gmail.com | Telepon: 089673366980

