Manila, Filipina — Komitmen Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Asisi (STPKat SFA) Semarang dalam memperkuat jejaring dan mutu kelembagaan diwujudkan melalui kegiatan benchmarking ke Asian Social Institute (ASI), Manila, Filipina, pada 21–23 Juli 2025.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian benchmarking internasional STPKat SFA di Manila. Dalam kegiatan ini, STPKat SFA hadir bersama Widya Sasana School of Philosophy and Theology, Malang, dalam sebuah momentum yang memperlihatkan keterhubungan dan jejaring antarlembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang filsafat, teologi, dan pendidikan pastoral.
Penyambutan yang diberikan oleh Asian Social Institute menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi akademik dan kelembagaan. Bagi STPKat SFA, kesempatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperoleh wawasan mengenai pengembangan pendidikan yang memiliki perhatian terhadap kehidupan sosial dan masyarakat.
Benchmarking ke ASI memiliki relevansi kuat dengan karakter STPKat SFA sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan akademik, tetapi juga mempersiapkan tenaga yang mampu memberikan kontribusi bagi Gereja dan masyarakat. Karena itu, pengalaman dari institusi mitra menjadi bahan berharga untuk memperkaya perspektif STPKat SFA mengenai hubungan antara pendidikan, kehidupan sosial, pelayanan, dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan benchmarking juga ditempatkan dalam kerangka pengembangan budaya mutu. STPKat SFA terus berupaya melakukan evaluasi dan pembelajaran dari berbagai sumber, baik melalui mekanisme penjaminan mutu internal maupun melalui pembelajaran dari institusi eksternal. Dalam konteks tersebut, benchmarking internasional menjadi salah satu strategi untuk memperoleh perspektif pembanding yang lebih luas.
Melalui kegiatan di Asian Social Institute, STPKat SFA memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus membangun komunikasi yang dapat dikembangkan menjadi kerja sama pada masa mendatang. Jejaring internasional menjadi semakin penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi tuntutan globalisasi pendidikan dan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Bagi STPKat SFA, pengalaman benchmarking tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan institusi, terutama dalam memperkuat tata kelola, jejaring akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta orientasi pelayanan kepada Gereja dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa peningkatan mutu tidak dapat dilakukan secara tertutup. Perguruan tinggi perlu belajar dari pengalaman institusi lain, melakukan refleksi terhadap praktik yang telah berjalan, dan mengadaptasi berbagai praktik baik sesuai dengan karakter serta kebutuhan masing-masing.
Dengan benchmarking ke Asian Social Institute, STPKat SFA semakin memperluas cakrawala kerja sama internasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk membangun STPKat SFA sebagai komunitas akademis yang humanis, responsif, berjiwa misioner, dan mampu berjejaring dalam konteks masyarakat global.


