Jakarta, 4 September 2024 — Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi, perancangan kurikulum adaptif, serta optimalisasi implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Asisi Semarang melaksanakan Rapat Studi Banding bersama Fakultas Kependidikan Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Jakarta.
Pertemuan lintas institusi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Kependidikan Unika Atma Jaya, Ketua Program Studi STPKat Santo Fransiskus Asisi, serta Ketua Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Unika Atma Jaya. Diskusi berfokus pada penataan kurikulum futuristik, pembentukan karakter mahasiswa melalui Student’s Life Journey, penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta transformasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis luaran.
Fokus Utama Hasil Rapat Studi Banding
1. Pengembangan Kurikulum Adaptif dan Multikultural
Dalam sambutannya, pimpinan pimpinan fakultas dan program studi menekankan pentingnya kurikulum yang tanggap terhadap perkembangan zaman tanpa mencabut akar nilai keagamaan dan kebangsaan.
- Integrasi Multikulturalisme: Kurikulum dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan dialog inklusif.
- Penguatan Kemampuan Literasi Ilmiah: Penyesuaian mata kuliah Bahasa Indonesia difokuskan pada penulisan karya ilmiah untuk menunjang budaya akademik mahasiswa.
- Mata Kuliah Lintas Prodi: Membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi utama guna memperluas wawasan interdisipliner.
2. Penguatan Pembinaaan Mahasiswa melalui Student’s Life Journey
Unika Atma Jaya membagikan kerangka Student’s Life Journey yang bertumpu pada lima pilar capaian kompetensi lulusan:
- Pengakuan Partisipasi: Penerapan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) untuk mencatat rekam jejak keaktifan mahasiswa.
- Pengembangan Karakter: Program wajib berupa pelatihan kepemimpinan (leadership training) dan penanaman kesadaran lingkungan (eco-awareness).
- Keterlibatan Institusional: Mahasiswa program studi dilibatkan secara aktif dalam agenda serta kegiatan strategis di tingkat universitas.
- Rekognisi Pembelajaran Lapangan: Penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL/RPS) dan fasilitasi Uji Sertifikasi Profesi untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
3. Optimalisasi Pengelolaan MBKM dan SKPI
Pengelolaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat:
- Program MBKM Internal & Kemasyarakatan: Penyelenggaraan magang sosial, Analisis Sosial (Ansos), dan pengabdian masyarakat terstruktur.
- Penguatan SKPI: Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) memuat secara rinci rekam jejak sertifikasi luar kampus, kelebihan SKS, serta mata kuliah pilihan/lintas prodi yang tidak masuk dalam transkrip utama.
- Payung Hukum Kerjasama: Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai dasar legalitas pelaksanaan MBKM antarlembaga.
4. Penjaminan Mutu Akademik dan Tata Kelola Akreditasi
Untuk menjamin konsistensi mutu pendidikan, kedua pihak mendiskusikan mekanisme evaluasi berbasis data dan standar nasional:
- Penerapan 64 Standar Mutu: Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) secara berkala (1–2 kali per tahun) serta audit eksternal berbasis ISO.
- Instrumen Akreditasi (DKPS & LED): Penyusunan Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) dilakukan secara tahunan untuk memenuhi 9 Kriteria Akreditasi.
- Pencapaian IKU & IKT: Monitoring Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) menggunakan 3 form evaluasi (harapan, kebutuhan, dan pembaruan indikator).
- Siklus PPEPP: Pemantauan dokumen, audit kepatuhan, hingga penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
5. Inovasi Evaluasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Assessment)
Pada rumpun Pendidikan Pedagogik dan Pendidikan Keagamaan Katolik, metode Ujian Akhir Semester (UAS) dialihkan dari tes tertulis konvensional menjadi penilaian berbasis proyek (project-based learning). Mahasiswa diwajibkan menghasilkan luaran (outcome) nyata yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan keagamaan, seperti buku panduan pembelajaran, video edukatif, media kateketik digital, serta modul terapan lainnya.
Langkah Tindak Lanjut
Melalui kegiatan studi banding ini, STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang memperkuat komitmennya untuk mengadopsi praktik-praktik baik (best practices) dalam tata kelola akademik dan penjaminan mutu, sekaligus mematangkan kerja sama operasional dengan Unika Atma Jaya dalam pelaksanaan MBKM dan pengembangan mutu lulusan di masa mendatang.
Kontak Media :
Humas LPM STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang
Jl. Ronggowarsito No. 8, Semarang
Email: stpkat08@gmail.com | Telepon: 089673366980

